Rabu 03 Aug 2022 17:55 WIB

Alvin Bahar Pimpin Skuad Honda Racing Indonesia di Seri 3 ISSOM 2022

Prioritas Alvin saat ini sudah bukan untuk menambah koleksi gelar juara nasional.

Direktur sekaligus pembalap utama Tim Honda Racing Indonesia (HRI) Alvin Bahar.
Foto: Dok. HRI
Direktur sekaligus pembalap utama Tim Honda Racing Indonesia (HRI) Alvin Bahar.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Alvin Bahar resmi menjabat Direktur Tim Honda Racing Indonesia (HRI). Namun, statusnya masih tetap sebagai pembalap utama untuk tim HRI yang dibelanya selama 20 tahun.

Prioritas Alvin saat ini sudah bukan untuk menambah koleksi gelar juara nasionalnya lagi, melainkan membimbing kedua pembalap muda nya dan mempersiapkan regenerasi pembalap yang handal bagi tim Honda Racing Indonesia di masa mendatang. 

Baca Juga

Alvin yang sudah delapan kali meraih gelar juara nasional bersama HRI menyatakan siap membimbing kedua pembalap muda yang bergabung bersamanya di HRI. “Kebetulan kedua pembalap termasuk cepat belajar sehingga lebih enak diarahkan. Keduanya juga sudah banyak mengerti. Semoga kami bisa mempersembahkan hasil terbaik lagi di seri 3 ISSOM nanti,” tutur Alvin kepada media, Rabu (3/8/2022). 

Kedua pembalap muda Honda Racing Indonesia saat ini adalah Avila Bahar dan Naufal Rafif Busro.

Avila Bahar merupakan putra Alvin Bahar yang juga sudah menjadi juara nasional sebelum bergabung dengan HR. Adapun Naufal Rafif Busro yang bulan lalu baru saja genap berusia 16, adalah pembalap muda yang sudah menjadi juara nasional ITCR 1200 di tahun 2021 lalu.

Ketiga pembalap Honda Racing Indonesia yang pada seri 2 Indonesia Sentul Series of Motorsport (ISSOM) lalu, sukses melakukan sapu bersih di tiga kelas kejuaraan nasional balap mobil paling bergengsi di Indonesia, optimistis mengulang kesuksesan serupa di seri 3 pada Ahad (7/8/2022) nanti di Sirkuit Internasional Sentul, Bogor, Jawa Barat.

Alvin Bahar yang tetap akan menggunakan Honda Civic Type R untuk berkompetisi di kelas kejurnas paling tertinggi dan terkencang yaitu Indonesia Super Touring Car Race sampai dengan 3600cc atau yang lebih dikenal dengan nama ISTCR 3600 Max. Alvin pun sangat terkesan dengan Honda Civic Type R nya yang memiliki slogan 'Born to Race', hanya mengandalkan mesin aslinya yang berkapasitas 2.000cc turbo namun mampu bersaing bahkan sampai tampil menjadi juara melawan mobil-mobil 3.600cc dengan modifikasi maksimal.

Sedangkan Avila yang berkompetisi di kelas ITCR 1500 karena kelas tersebut paling banyak diikuti pembalap kategori Seeded A, dengan peraturan modifikasi seminim mungkin, balapan ini sangat menguji skill dan mental para pembalapnya. 

Sementara Naufal yang berkompetisi di kelas ITCR 1200 adalah kelas favorit bagi pembalap baru segala usia. Dengan harga mobil LCGC yang lebih terjangkau, kelas ini menjadi favorit khususnya pembalap baru.

 Kiprah keduanya pun memukau. Avila Bahar terus menunjukkan tajinya dan setelah sukses di Sirkuit Sepang Malaysia ia menjadi yang terbaik Kejurnas ITCR 1500 atau seri dua Indonesian Sentul Series of Motorsport (ISOM) di Sirkuit Sentul, Bogor, Jawa Barat, awal bulan lalu.

Kesuksesan Avila Bahar di ITCR 1500 diikuti rekan satu timnya, Naufal Rafif Busro. Pebalap berusia 16 tahun itu sukses menjadi yang terbaik di ITCR 1200. Mengawali balapan di posisi pertama, Naufal terus mendominasi jalannya balapan sebanyak 12 putaran itu.

sumber : Antara

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement