Sabtu 10 Sep 2022 17:15 WIB

Cedera Lutut Paksa Eks Bek Sayap Inter Milan Gantung Sepatu

Santon terpaksa pensiun lantaran tidak kunjung pulih dari cedera lutut.

Rep: Reja Irfa Widodo/ Red: Endro Yuwanto
Davide Santon memutuskan gantung sepatu pada September 2022 setelah mengalami cedera lutut parah.
Foto: EPA-EFE/Matteo Bazzi
Davide Santon memutuskan gantung sepatu pada September 2022 setelah mengalami cedera lutut parah.

REPUBLIKA.CO.ID, ROMA -- Davide Santon akhirnya memutuskan mengakhiri karier sebagai pesepak bola profesional. Salah satu penggawa Inter Milan kala meraih tiga gelar juara bergengsi pada 2009/2010 itu, terpaksa pensiun lantaran tidak kunjung pulih dari cedera lutut.

Santon memutuskan gantung sepatu dalam usia 31 tahun. AS Roma menjadi klub terakhir yang diperkuat jebolan akademi sepak bola Inter Milan tersebut.

Baca Juga

Kontrak Santon bersama I Giallorossi resmi berakhir pada 30 Juni 2022. Santon pun tercatat tidak memiliki klub sejak kontraknya bersama I Giallorossi.

''Saya terpaksa menggantung sepatu, bukan karena minimnya tawaran bergabung dengan klub lain. Namun, badan saya sudah tidak sanggup lagi setelah berbagai cedera. Saya belum berniat pensiun, tapi saya terpaksa melakukannya,'' ujar Santon seperti dikutip Football Italia, Sabtu (10/9/2022).

Santon mengungkapkan, kondisi lututnya sudah tidak memungkinkan untuk bisa tampil secara maksimal di pentas sepak bola profesional. Semua cedera yang dialami mantan bek sayap Newcastle United itu berpangkal pada cedera lutut yang sempat dialaminya beberapa tahun silam.

''Mungkin, saya masih bisa berjalan. Namun, itu tidak cukup untuk menjadi pesepak bola profesional. Apabila dipaksakan, saya terancam menggunakan alat bantu berjalan. Semua keterbatasan itu berasal dari cedera lutut. Jika Anda tampil di satu laga, maka Anda terancam absen di lima laga berikutnya,'' kata pengoleksi delapan caps buat timnas Italia tersebut.

Santon menjadi salah satu pemain yang dipromosikan Jose Mourinho saat masih menukangi Inter Milan, tepatnya pada 2008 silam. Bek sayap kanan itu pun diplot menjadi pelapis Christian Chivu ataupun Douglas Maicon.

Prestasi terbaik Santon adalah saat mengantarkan La Beneamata meraih scudetto, titel Coppa Italia, dan trofi Liga Champions pada musim 2009/2010. Pada sepanjang musim tersebut, Santon tercatat tampil di 15 laga di semua ajang.

Sempat menjalani masa peminjaman bersama Cesena pada 2010/2011, Santon dilepas La Beneamata ke Newcastle United pada awal musim 2011/2012. Setelah tampil di 94 laga di semua ajang selama empat musim memperkuat the Magpies, Santon kembali ke Italia dan memperkuat La Beneamata.

Pada kesempatan kedua memperkuat I Nerazzurri, Santon menjadi andalan di lini belakang dengan catatan penampilan mencapai 110 penampilan di semua ajang selama empat musim. Pada awal musim 2018/2019, Santon hijrah ke AS Roma.

Sayangnya, penampilan Santon kerap terganggung dengan cedera. Pada musim 2020/2021, Santon tercatat hanya mengemas 10 penampilan pada sepanjang musim Serie A.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement