Jumat 23 Sep 2022 11:19 WIB

Mantan Atlet Lompat Galah Ni Putu Desi Fokus Jadi Pelatih Remaja

Saat ini tak banyak anak usia dini hingga remaja yang berminat menjadi atlet atletik.

Atlet lompat galah putri.
Foto: REPUBLIKA/Tahta Aidilla
Atlet lompat galah putri.

REPUBLIKA.CO.ID, PALEMBANG -- Mantan atlet lompat galah nasional Ni Putu Desi saat ini memilih fokus menjadi pelatih kelompok usia remaja. Ini setelah ia mendapatkan kesempatan bergabung dalam Pusat Pelatihan dan Latihan Pelajar (PPLP) di Sumatra Selatan (Sumsel).

"Saat ini saya fokus untuk mencetak atlet muda sejak dipercaya jadi pelatih PPLP. Ada tantangan tersendiri karena memang tak mudah untuk cetak atlet nomor lompat galah," kata Desi, Kamis (22/9/2022).

Baca Juga

Desi mengatakan, saat ini tak banyak anak usia dini hingga remaja yang berminat menjadi atlet atletik. Bahkan, untuk nomor-nomor tertentu seperti lompat tinggi galah terbilang sangat sedikit peminat.

"Terkadang saya melihat, setelah ada yang pensiun ternyata belum bisa langsung dapat ganti. Kadang kosong hingga bertahun-tahun, tapi itulah kenyataannya," kata Desi.

Ni Putu Desi merupakan atlet asal Bali yang hijrah ke Sumsel saat PON XVI 2004. Ia disebut sebagai ratu lompat galah Indonesia periode 2000-2014.

Prestasi terbaiknya terjadi pada musim 2002 saat mampu memecahkan rekor nasional dengan lompatan tertinggi 4,10 meter.

Desi pun tercatat menjadi penghuni Pelatnas Atletik dari tahun 2000-2016 yang turun untuk memperkuat Kontingen Indonesia di beragam ajang internasional, di antaranya SEA Games.

Wanita keturunan Bali kelahiran Bima, Nusa Tenggara Barat, 19 Desember 1980 ini, memutuskan menjadi atlet Sumsel dan memberikan emas pada tahun 2004 dan pada 2008 kembali meraih emas PON Kaltim 2008.

Sebagai wujud terima kasihnya terhadap Provinsi Sumsel yang telah membinanya, Desi pun memilih bekerja di Dinas Pemuda dan Olahraga setempat. Setelah mendapatkan status sebagai PNS di Dispora Sumsel, Desi pun fokus melatih atlet usia junior.

Khusus untuk membina atlet muda, Desi menilai peran orang tua sangat menentukan. Ia mencontohkan dirinya sendiri yang mengenal olahraga dari sang ayah, yang berprofesi sebagai tentara.

"Awalnya saya diajak bangun pagi dan olahraga, biar sehat. Lama-lama saya merasa nyaman, dan dari sinilah saya akhirnya suka olahraga," kata Desi.

Kini, pengalaman positif yang dirasakan Desi juga diterapkan kepada buah hatinya Fanessya Renata yang tercatat memperkuat timnas bola basket putri U-16.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement