Selasa 04 Apr 2023 01:43 WIB

Marak Pelatih Liga Primer Dipecat, Ciutkah Nyali Jurgen Klopp?

Klopp menyadari posisinya yang masih bertahan hari ini karena keberhasilan masa lalu.

Rep: Rahmat Fajar/ Red: Gilang Akbar Prambadi
Jurgen Klopp memberi isyarat di pinggir lapangan pada Liga Champions UEFA, babak 16 besar, pertandingan leg pertama antara Liverpool FC dan Real Madrid di Liverpool, Inggris, Rabu (22/2/2023) dini hari WIB.
Foto: EPA-EFE/Peter Powell
Jurgen Klopp memberi isyarat di pinggir lapangan pada Liga Champions UEFA, babak 16 besar, pertandingan leg pertama antara Liverpool FC dan Real Madrid di Liverpool, Inggris, Rabu (22/2/2023) dini hari WIB.

REPUBLIKA.CO.ID, MERSEYSIDE -- Pelatih Liverpool Jurgen Klopp memberikan reaksi terkait maraknya pemecatan pelatih di Liga Primer Inggris. Akhir pekan kemarin, dua pelatih kehilangan pekerjaannya yakni Brendan Rodgers yang mengakhiri kerjasamanya dengan Leicester City atas kesepakatan bersama. Kemudian Graham Potter dipecat oleh Chelsea. 

Potter dan Rodgers tidak mampu membawa timnya keluar dari hasil buruk. 

Baca Juga

Beberapa hari sebelum mereka, Antonio Conte mengakhiri kerjasamanya dengan Tottenham Hotspur. Lalu, Patrick Vieira didepak dari kursi pelatih Crystal Palace. 

Klopp bisa saja menjadi korban berikutnya mengingat Liverpool musim ini terseok-seok di papan tengah. Jelang Liverpool melawan Chelsea tengah akhir pekan nanti, Klopp mengatakan pemilik klub mungkin akan memecatnya jika di musim pertamanya sebagai pelatih The Reds gagal. Meski demikian, Klopp menegaskan tak takut dipecat.

"Saya tidak takut [dari pemecatan], tidak. Tidak perlu takut, saya harus menyampaikan. Saya tidak di sini sebagai lukisan dinding rumah, saya di sini untuk menyampaikan," kata Klopp dilansir dari Sportmole, Selasa (4/4/2023).

Ia menyadari posisinya yang masih bertahan hari ini karena keberhasilan masa lalu. Menurut Klopp, pemilik Liverpool adalah orang cerdas. Klopp akan menyelesaikan masalah yang dihadapinya sekarang ini.

"Saya sangat kecewa dengan kami karena kami melakukan ini tetapi itu terjadi. Kami harus menemukan cara keluar dari persoalan ini," kata Klopp menegaskan.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement