Senin 11 Sep 2023 23:03 WIB

Pengakuan Mengejutkan dari Sosok yang Kalahkan Murid Rossi di MotoGP Misano

Tak ada ambisi, tiba-tiba jadi calon kuat juara dunia MotoGP 2023.

Rep: Frederikus Bata/ Red: Gilang Akbar Prambadi
Jorge Martin dari Spanyol bersama tim Prima Pramac Racing merayakan kemenangan MotoGP San Marino dan Riviera di Rimini di Sirkuit Marco Simoncelli, Misano Adriatico, Italia, (10/9/2023).
Foto: EPA-EFE/DANILO DI GIOVANNI
Jorge Martin dari Spanyol bersama tim Prima Pramac Racing merayakan kemenangan MotoGP San Marino dan Riviera di Rimini di Sirkuit Marco Simoncelli, Misano Adriatico, Italia, (10/9/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, MISANO -- Jorge Martin membuat pengakuan mengejutkan setelah meraih kemenangan di Misano. Ia mengaku tidak memiliki tanggung jawab untuk memenangkan kejuraaan.

Itu bukan karena dirinya tak memiliki ambisi, melainkan karena statusnya di Ducati. Ia rider Pramar Racing yang merupakan tim satelit Ducati.

Baca Juga

Sebenarnya, ia menggunakan mesin yang sama seperti yang dikendarai murid Valentino Rossi, Fransesco "Pecco" Bagnaia. Namun, ia berpatokan pada sejarah. Selama ini, belum ada pembalap tim satelit yang memenangkan gelar di era MotoGP.

"Target saya adalah memenangkan balapan. Saya bukan pembalap pabrikan, jadi bukan tanggung jawab saya untuk memenangkan kejuaraan. Saya tidak bertanggung jawab atas hal itu," kata Martin, dikutip dari crash.net, Senin (11/9/2023).

Meski demikian, ia tetap memberikan segalanya di lintasan, temasuk pada MotoGP San Marino. Ia finis di posisi terdepan.

Hasil demikian membuat Martin masih tertahan di posisi kedua klasemen sementara. Namun, jaraknya dengan Pecco Bagnaia semakin dekat. Dengan mengantongi 247 poin, Jorge hanya tertinggal 36 angka dari Pecco.

"Yang pasti, jika saya mempunyai kesempatan, seperti yang saya miliki sekarang, maka saya akan berusaha dan mewujudkannya. Hari saya akan tiba ketika saya menjadi pembalap pabrikan," ujar rider 25 tahun ini.

Awak media semakin penasaran. Martin mendapat pertanyaan lanjutan tentang apa maksud dari ucapannya.

Ia kembali menegaskan, dirinya tak merasakan tekanan apa pun. Semua kembali kepadanya. Ia mengakui, secara individu ia juga berkeinginan menjadi juara dunia.

"Saya harus mengatakan, sebagai pembalap nonpabrikan, saya tidak bertanggung jawab untuk melakukan hal itu," ujar Martin menegaskan.

Intinya, ia tidak ingin terobsesi pada apa pun. Secara bisnis, tak ada keharusan darinya finis di posisi teratas pada akhir musim. Ia hanya perlu fokus mengejar hasil terbaik di setiap seri balapan.

"Tetapi, jika saya bisa melakukannya, saya akan menerimanya. Saya tidak terobsesi dengan hal itu. Saya merasa hari saya akan tiba dan semoga saya segera menjadi pebalap pabrikan," tutur Jorge Martin.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement