Kamis 12 Oct 2023 11:15 WIB

Tantangan yang Harus Diperhatikan Erick dalam Upaya Calonkan Tuan Rumah Piala Dunia 2034

Erick Thohir menyatakan keinginan membawa Piala Dunia 2034 ke Indonesia.

Rep: Fitriyanto/ Red: Israr Itah
Ketua Umum PSSI Erick Thohir.
Foto: Republika/Afrizal Rosikhul Ilmi
Ketua Umum PSSI Erick Thohir.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum PSSI Erick Thohir berkeinginan mencalonkan Indonesia menjadi tuan rumah bersama Piala Dunia 2034. Tiga negara lainnya yang akan digandeng adalah Australia, Malaysia, dan Singapura.

Keinginan Erick Thohir ini mendapat perhatian banyak pihak, salah satunya dari pengamat sepak bola Yesayas Oktavianus. Dalam channel media sosialnya, mantan jurnalis Kompas ini menilai pencalonan tuan rumah Piala Dunia pastinya akan memiliki sejumlah tantangan. Menurut Yesayas, faktor politik, ekonomi, sarana, dan prestasi timnas menjadi hal-hal yang harus diperhatikan Erick.

Baca Juga

Politik, lanjut Bung Yes, bila kita bidding Piala Dunia 2034 faktor politik Israel harus diperhatikan. Bukan tidak mungkin Israel akan lolos Piala Dunia 2034. Kalau tidak dibenahi akan jadi ancaman yang kembali memukul kita seperti Piala Dunia U-20 lalu.

"Faktor Ekonomi atau Finansial, saat Rusia jadi tuan rumah  2018 dibutuhkan Rp 615 triliun, Qatar lebih dari Rp 3.000 triliun, ini harus diperhatikan, apakah nantinya akan sepadan dengan pemasukan. Walaupun FIFA mengklaim Rusia untung Rp 67 triliun dan Qatar untung Rp 117 triliun," ujarnya.

Sementara untuk hospitality, menurut Bung Yes, Indonesia sudah cukup berpengalaman menggelar even besar olahraga. Indonesia sudah teruji, pernah jadi tuan rumah Asian Games 2018, dan sebentar lagi akan jadi tuan rumah Piala Dunia U-17. Sebelumnya, Indonesia juga sudah sukses menggelar Piala DUnia Bola Basket 2023.

Faktor berikutnya adalah prestasi timnas. "Jika tidak ada perubahan, timnas akan lolos langsung sebagai tuan rumah. Tapi kalau FIFA ada perubahan regulasi, dimana timnas harus ikut kualifikasi dulu, maka sangat mungkin kita tidak lolos. Jika timnas tidak disiapkan dengan baik dari sekarang. Ini harus diperhatikan," kaya Yesayas.

FIFA sudah menyatakan Piala Dunia 2034 nanti menjadia jatah Asia dan Osenia, sehingga posisi geografis Indonesia sangat memungkinkan menggandeng Australia. Batas akhir pengajuan calon tuan rumah Piala Dunia 2034 adalah 31 Oktober 2023. Batas waktu yang mepet menjadi kendala bagi pesaing Arab Saudi, yang sudah mengirimkan surat dan proposal kesediaan menjadi tuan rumah Piala Dunia 2034. 

Untuk Indonesia, catatan lainnya adalah sempat terjadi penolakan terhadap Israel pada Piala Dunia U-20 yang seharusnya digelar di Indonesia. Penolakan ini membuat FIFA mencoret Indonesia sebagai tuan rumah dan memindahkan Piala Dunia U-20 ke Argentina.

Namun Bung Yes menyatakan, hubungan Indonesia dengan FIFA sudah cukup bagus. "Lobi-lobi yang dilakukan Erick Thohir terhadap FIFA sudah bagus setelah gagal di Piala Dunia U-20. Berkat komunikasi yang baik, kita diberi kepercayaan menjadi tuan rumah Piala Dunia U-17, yang gelar bulan depan," ungkap Yesayas.

 

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement