Ahad 10 Dec 2023 16:58 WIB

Guardiola Akui Ada Perbedaan Ekspektasi pada Man City Dibanding Tim Lain

Man City selalu diharapkan bisa mengakhiri Liga Primer Inggris di posisi teratas.

Rep: Reja Irfa Widodo/ Red: Endro Yuwanto
Pelatih Manchester City, Pep Guardiola.
Foto: EPA-EFE/DANIEL HAMBURY
Pelatih Manchester City, Pep Guardiola.

REPUBLIKA.CO.ID, MANCHESTER -- Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, mengakui, ada tekanan berbeda yang dihadapi The Citizens dalam perebutan gelar juara Liga Primer Inggris. Dengan berkaca kesuksesan dalam lima musim dari enam musim terakhir, Man City selalu diharapkan untuk bisa mengakhiri Liga Primer Inggris di posisi teratas klasemen akhir.

Ekspektasi ini berbeda dengan tim-tim lain yang menjadi pesaing terdekat Man City dalam perebutan titel Liga Primer Inggris musim ini, terutama Liverpool, Tottenham Hotspur, dan Arsenal. Dengan kata lain, juara bertahan Liga Primer Inggris itu telah menjadi acuan dan menetapkan standar baru di persaingan di Liga Primer Inggris.

Baca Juga

''Apa yang mereka harapkan dari kami, mereka tidak mengharapkanya dari teman kami. Selalu ada tim yang diharapkan untuk gagal, yaitu kami. Sementara buat tim lain, keberhasilan merengkuh titel Liga Primer Inggris adalah kesuksesan besar,'' ujar Guardiola seperti dilansir BBC, Ahad (10/12/2023).

Pelatih asal Spnayol itu pun mengakui, cukup sulit untuk bisa terus memenuhi ekpektasi tersebut dalam setiap musim, tidak terkecuali pada musim ini. Kegagalan tim-tim lain, seperti Arsenal, Liverpool, dan Chelsea, dalam merengkuh titel Liga Primer Inggris, lanjut Guardiola, dinilai sebuah hal normal.

''Mereka mengganggap hal itu normal lantaran City dinilai harus bisa menjuarai kompetisi tersebut. Rasanya tidak adil. Sangat sulit untuk mengatasi tekanan tersebut setiap pekan, setiap tiga hari sekali, dan dari tahun ke tahun,'' ujar eks pelatih Barcelona tersebut.

Dalam enam musim terakhir, Man City terbukti mampu begitu dominan di pentas Liga Primer Inggris. Selama periode tersebut, The Citizens sukses mengakhiri musim kompetisi sebagai juara Liga Primer Inggris dalam lima musim. Bahkan, pada musim lalu, Man City mampu menyabet status sebagai treble winners dengan torehan tiga trofi sekaligus.

Man City pun menjadi tim kedua dalam sejarah sepak bola Inggris yang menyabet status tersebut, setelah Manchester United pada 1999 silam. Tidak hanya itu, apabila bisa mempertahankan titel Liga Primer Inggris pada musim ini, Man City juga bakal tercatat menjadi klub pertama yang mampu meraih titel Liga Primer Inggris dalam empat musim secara beruntun.

Namun, langkah Man City terbilang tidaklah mulus. Erling Haaland dan kawan-kawan tercatat tidak pernah memetik kemenangan dalam empat laga terakhir. Setelah ditahan imbang Tottenham Hotspur, Liverpool, dan Chelsea, Man City dibekap Aston Villa, akhir pekan lalu. Ini menjadi rentetan tanpa kemenangan terpanjang The Citizen di pentas Liga Primer Inggris sejak 2017 silam.

Apabila gagal memetik kemenangan kala berhadapan dengan Luton Town pada pekan ke-16 Liga Primer Inggris, Ahad (10/12/2023), Man City untuk pertama kalinya tidak pernah meraih kemenangan di lima laga secara beruntun sejak 2009 silam. Namun, Guardiola menegaskan, anak-anak asuhnya bakal bangkit di laga kontra Luton Town.

Guardiola menyebut, raihan hasil minor Man City di empat laga terakhir merupakan sesuatu yang wajar. Eks pelatih Barcelona itu juga menolak anggapan, rentetan hasil minor tersebut menjadi bentuk rasa puas diri dari para penggawa Man City setelah kesuksesan pada musim lalu.

''Manchester City bisa saja merasakan periode buruk. Kami selalu menjadi kandidat kuat di berbagai kompetisi. Kini, kami bisa mengalami periode buruk, tapi tolong jangan bilang itu sebagai rasa puas diri karena tim ini tidak dibentuk untuk itu,'' ujar Guardiola menegaskan.

Yuk gabung diskusi sepak bola di sini ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement