Senin 22 Aug 2011 20:40 WIB

Djohar Arifin Diminta Benahi Perwasitan Indonesia

Djohar Arifin
Djohar Arifin

REPUBLIKA.CO.ID,MEDAN--Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husein diminta juga memperhatikan kondisi perwasitan Indonesia, selain fokus pada berputarnya roda kompetisi karena tanpa wasit yang baik kompetisi tidak akan berjalan mulus.Tokoh pemuda dan olahraga Sumatera Utara H Amran YS di Medan, Senin, mengatakan, selain memutar roda kompetisi agar berjalan baik, Djohar Arifin juga diharapkan segera membenahi kondisi perwasitan.

Meski kompetisi dibenahi namun keberadaan wasit tidak dipantau, kompetisi tidak akan berjalan mulus karena wasit merupakan kunci utama bagi keberhasilan kompetisi. Djohar juga diminta mengatasi pengaruh wasit terhadap satu pertandingan dan juga yang tidak kalah penting adalah harus bisa mengatasi pengaturan wasit, suap menyuap serta pengaturan skor.

"Permintaan ini khusus saya sampaikan kepada Djohar mengingat situasi kondisi sepak bola Indonesia sempat carut marut, saat sekelompok orang ingin menumbangkan kepengurusan Nurdin Khalid," katanya.

Selain itu, lanjut Amran yang pernah menjadi manajer tim PSMS Medan juara Perserikatan 1982-1983 itu, Djohar juga harus mampu merangkul aspirasi semua pihak, setelah terjadinya kotak-kotak sepak bola indonesia. Bila Djohar Arifin tidak mampu merangkul semua pihak yang sempat berseberangan, kondisi sepak bola Indonesia diperkirkan akan semakin parah seperti ketika Nurdin menjadi ketua.

Amran yang juga pernah menjadi manajer tim sepak bola PON Sumut dengan predikat juara dua kali menilai paling utama pembenahan sepak bola sekarang ini adalah pelaksanaan roda kompetisi. Djohar harus berhati-hati menetapkan sistem kompetisi dengan menyatukan LPI dengan Liga Indonesia. Sebab, menurut dia, masih banyak pecinta sepak bola khususnya pengurus klub belum dapat menerima kehadiriran LPI di kancah sepak bola Indonesia.

Untuk itu Djohar harus mampu merangkul orang-orang yang berpengalaman dalam sepak bola seperti Nirwan Bakrie yang sudah banyak berkiprah dan berkorban untuk sepak bola Indonesia. Begitu juga dengan Azwar Anas dan Agum Gumelar yang merupakan mantan ketua PSSI yang juga telah berbuat banyak bagi sepak bola Indonesia.

"Percayalah, bila Djohar tidak pintar merangkul akan terjadi gejolak baru dan itu sudah mulai terjadi akibat Djohar membuat keputusan sepihak dengan tidak menyertakan pengurus lainnya," katanya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement