REPUBLIKA.CO.ID, MILAN -- Presiden Inter Milan, Massimo Moratti, mengecam perilaku rasis sebagian fans yang membuat klubnya dijatuhi denda. Menurut dia, perilaku rasis seperti apapun tidak bisa diterima.
"Saya baru tahu nyanyian rasis itu setelah pertandingan. Saya sangat menyesal atas apa yang terjadi," kata Moratti saat ditanya terkait pelecehan oleh fans terhadap penyerang AC Milan, Mario Balotelli pada laga Inter kontra Chievo akhir pekan lalu.
Moratti mengaku khawatir ulah para fans tersebut bakal berlanjut hingga laga derby Milan pada akhir Feburari mendatang. Ia mengimbau para fans agar melupakan apa yang pernah terjadi antara Inter Milan dan Balotelli.
"Saya tidak mendengar apa yang mereka nyanyikan sewaktu pertandingan (kontra Chievo). Tapi, saya sangat berharap hal itu tak akan terjadi lagi selama laga derby," imbuhnya seperti dilansir Soccerway, Rabu (13/2).
Seperti diketahui, Balotelli mengawali karir sepak bola profesional bersama Inter Milan pada musim 2006. Setelah empat tahun berseragam biru-hitam, pemain berdarah Ghana ini kemudian hijrah ke Liga Inggris bersama Manchester City sebelum berlabuh ke AC Milan pada Januari lalu.