Sabtu 13 Jun 2020 15:20 WIB

Cerita Praveen/Melati Saat Terima Bonus di Tengah Pandemi

Pemberian bonus virtual ini juga dilakukan dengan mengikuti protokol kesehatan.

Rep: Muhammad Ikhwanuddin/ Red: Endro Yuwanto
Ganda campuran Indonesia Praveen Jordan (kanan) dan Melati Daeva Oktavianti.
Foto: Antara/Sigid Kurniawan
Ganda campuran Indonesia Praveen Jordan (kanan) dan Melati Daeva Oktavianti.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ganda campuran Indonesia, Praveen Jordan/Melati Oktaviandi, mendapat apresiasi atas raihan gelar di All England 2020. Bonus senilai Rp 450 juta berhasil diraih ranking empat dunia tersebut dari PB Djarum.

Uniknya, pemberian bonus dilakukan secara virtual karena pandemi Covid-19 yang masih menjadi ancaman. Konferensi pers usai pemberian bonus pun dilakukan secara virtual pada Kamis (11/6) siang.

Proses tanya jawab bersama puluhan awak media dilangsungkan via online dengan narasumber dari berbagai tempat. Praveen/Melati dan pelatih Nova Widianto live dari Pelatnas PBSI di Cipayung, sementara pelatih Richard Mainaky di Tondano, Minahasa, Sulawesi Utara, dan Yoppy Rosimin, Ketua PB Djarum yang juga Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation dari Kudus, Jawa Tengah. Acara dipandu mantan pebulu tangkis tunggal putri Yuni Kartika dari Jakarta.

Pemberian bonus virtual ini juga dilakukan dengan mengikuti protokol kesehatan pemerintah salah satunya penerapan physical distancing.

"Saya nggak menyangka di kondisi seperti ini pun ternyata kami dibuatkan acara apresiasi atas prestasi kami. Awalnya agak canggung karena sebetulnya saya nggak terbiasa di depan kamera, tapi lama-lama terbiasa kok," kata Praveen dalam keterangan tertulis yang diterima Republika.co.id, Sabtu (13/6).

Praveen/Melati menerima bonus sebesar total Rp 450 juta yang terdiri dari deposito BCA senilai Rp 400 juta dari PB Djarum serta voucher senilai Rp 50 juta dari Blibli.com, Tiket.com, dan Yuzu. Praveen/Melati kompak akan menabung uang bonus yang diterima.

"Kalau kemari-kemarin dapat bonus, selain ditabung pasti dipakai membeli sesuatu yang sudah saya rencanakan, sudah incar dari lama. Tapi kalau yang ini benar-benar mau ditabung, kondisi saat ini kan nggak kondisif dan serba nggak pasti, jadi biar aman ditabung saja dulu," jelas Melati.

Raihan gelar All England yang didapat Praveen/Melati di tengah pandemi Covid-19 menyebabkan banyak penyesuaian dari tradisi biasanya. Selain seremoni pemberian bonus yang biasanya tatap muka kini dilakukan secara virtual, tidak ada acara penyambutan Praveen/Melati saat tiba di Tanah Air yang merupakan tradisi PBSI bagi para jawara All England dan kejuaraan-kejuaraan besar lainnya.

Perayaan kemenangan yang diraih Praveen bersama Melati juga berbeda ketika Praveen meraih gelar All England 2016 bersama Debby Susanto. Praveen merupakan satu-satunya pemain Indonesia yang berhasil merebut gelar juara All England dengan pasangan yang berbeda.

"Pasti beda karena sekarang ada wabah corona, euforia-nya beda. Tapi tiap capaian itu ada kenangannya sendiri-sendiri. Waktu sama Cik Debby, sangat berkesan karena itu adalah gelar All England pertama saya. Sekarang juara sama Mely (Melati) juga berkesan karena kami juara di tengah kondisi dunia seperti ini. Kami bisa melewati semua kekhawatiran dan dapat gelar," jelas Praveen.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement