Selasa 04 May 2021 23:11 WIB

Verratti: PSG Perlu Kontrol Emosi untuk Redam City

PSG dalam misi untuk membalikan keadaan.

Rep: Anggoro Pramudya/ Red: Gilang Akbar Prambadi
Marquinhos PSG, tengah, merayakan bersama rekan satu tim setelah mencetak gol pertama timnya selama pertandingan sepak bola leg pertama semifinal Liga Champions antara Paris Saint Germain dan Manchester City di stadion Parc des Princes, di Paris, Prancis, Rabu, 28 April 2021.
Foto: AP/Thibault Camus
Marquinhos PSG, tengah, merayakan bersama rekan satu tim setelah mencetak gol pertama timnya selama pertandingan sepak bola leg pertama semifinal Liga Champions antara Paris Saint Germain dan Manchester City di stadion Parc des Princes, di Paris, Prancis, Rabu, 28 April 2021.

REPUBLIKA.CO.ID, MANCHESTER -- Gelandang tengah Paris Saint-Germain (PSG), Marco Verratti menegaskan timnya harus tetap menjaga gaya permainan mereka ketika berhadapan melawan Manchester City pada leg kedua semifinal Liga Champions 2020/2021, yang dimainkan di Stadion Etihad, Rabu (5/5) dini hari WIB.

PSG dalam misi untuk membalikan keadaan setelah pada leg pertama tumbang 1-2 dari Man City di Stadion Parc des Princes tengah pekan kemarin.

Menjelang bentrokan hidup-mati Verratti pun mengingatkan rekan setimnya untuk tetap fokus dengan tidak memikirkan hasil minor sebelumnya.

"Kami harus tetap jernih dan tenang. Guardiola jelas ingin mengontrol permainan dan kecepatan, karena itu kami harus menjaga gaya permainan kami," kata Verratti dikutip laman resmi UEFA, Selasa (4/5).

Pesepak bola berpaspor Italia ini tahu betul lawan yang mereka hadapi. Manchester City memiliki pelatih pun pemain kelas wahid. Praktis, untuk memenangkan pertandingan sekaligus memastikan tiket lolos ke partai final Les Rouge et Bleu harus menunjukkan mentalitas dan permainan luar biasa sampai peluit panjang berbunyi.

"Ini adalah permainan yang diimpikan semua orang dan kami mengharapkan partai yang sangat indah. Intinya kami harus tenang dan bermain dengan karakter kami. Kami juga perlu mengontrol emosi kami, karena hal kecil dapat menentukan pertandingan," sambung dia.

Sebagaimana diketahui tuntutan menang dengan minimal selisih dua gol membuat skuad Mauricio Pochettino diperkirakan bakal tampil lebih menyerang.

Namun, mengapung satu masalah serius dengan kekhawatiran absennya Kylian Mbappe karena cedera yang didapat.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement