REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Memasuki periode akhir musim 2013/2014, Jose Mourinho semakin rajin melancarkan perang urat syaraf kepada rival-rivalnya. Setelah terlibat perang komentar dengan Manuel Pellegrini, arsitek Chelsea itu kini giliran menyerang Arsene Wenger.
Ketegangan tersebut bermula dari komentar Wenger menanggapi pemberitaan media yang kerap menyudutkan timnya, Arsenal, dalam perburuan gelar Liga Primer Inggris musim ini. Dalam komentarnya, Wenger sejatinya tidak secara khusus menyebut Mou. Ia hanya mengatakan, pelatih-pelatih klub kuat Inggris mulai mempertanyakan peluang juara Arsenal karena mereka juga takut gagal bersaing.
Namun, Mou rupanya kebakaran jenggot dengan pernyataan tersebut. Ia balik menyebut Wenger lah pihak yang paling takut gagal musim ini. Terlebih, Chelsea sukses merebut mahkota pimpinan klasemen dari Arsenal pekan lalu. "Saya takut gagal karena saya sangat jarang gagal. Delapan tahun tanpa trofi, itulah kegagalan sebenarnya," kata Mou menyindir Wenger seperti dilansir //the Telegraph//, Sabtu (15/2).
Mou belum cukup puas dengan sindirannya itu. Ia kembali mengungkit paceklik trofi Arsenal sejak 2005 di bawah arahan Wenger. "Jika saya mengalami itu di Chelsea, saya akan pergi dan tak akan kembali. Dia (Wenger) adalah spesialis dalam kegagalan," ucap pelatih yang telah menyumbangkan dua gelar Liga Primer Inggris untuk Chelsea itu.
Ini bukan pertama kalinya Mou dan Wenger terlibat perang mulut di media. Pada periode pertamanya melatih Chelsea pada 2004 hingga 2007, Mou rajin membalas komentar Wenger. Pada 2005, misalnya, Wenger sempat mengkritik kebijakan transfer Chelsea yang boros. "Dia (Wenger) seperti tukang intip. Ada orang-orang yang punya teleskop besar di rumahnya untuk melihat apa yang terjadi di rumah tetangganya," kata Mou pada Oktober 2005.
Wenger tak kalah pedas menanggapi Mou yang menyebutnya sebagai tukang intip. Ketika itu, Wenger balas menyebut Mou sebagai orang bodoh. "Ketika Anda memberikan kesuksesan kepada orang-orang bodoh, terkadang itu malah membuat mereka semakin bodoh," ujarnya.
Terkait ketatnya persaingan musim ini, Mou sebenarnya kerap merendah sebelumnya. Pekan lalu, ia menganalogikan Chelsea sebagai kuda kecil dibandingkan Manchester City dan Arsenal yang disebutnya sebagai kuda pacu. Adanya ketegangan dengan Wenger dan posisi Chelsea di puncak klasemen, bisa jadi Mou akan berubah sikap hingga akhir musim.