REPUBLIKA.CO.ID, BRUSSELS -- Keikutsertaan Wales di Piala Eropa terakhir kali tercatat pada 1976. Kala itu, negara tetangga Inggris tersebut, mampu menggapai fase perempat final. Setelah itu, dalam kurun waktu 1976 sampai 2012, Wales selalu gagal menembus putaran final.
Kejayaan Ryan Giggs, winger andalan Manchester United di level antarklub, gagal ditransformasi ke level antarnegara, khususnya Piala Eropa. Kini, dalam kualifikasi Piala Eropa 2016, asa the Dragons, julukan Wales, kembali menyeruak. Di bawah asuhan Chris Coleman, secara mengejutkan Wales memimpin grup B dengan raihan tujuh poin dari tiga laga.
Unggul dua angka dari Israel serta tiga poin atas Belgia, yang masing-masing berada di urutan kedua dan ketiga klasemen. Bertempat di King Baudouin Stadium, Ahad (16/11), Wales akan menghadapi tuan rumah setan merah, julukan Belgia.
Optimisme disuarakan pemain andalan the Dragons yang juga bintang Real Madrid, Gareth Bale. "Kami semua menyadari bahwa laga nanti akan berjalan sulit. Tapi, kami telah mempersiapkan diri dengan baik," ujar Bale seperti dilansir AS.
Menurut Bale, tekanan untuk meraih kemenangan tentu berada pada pundak Belgia. "Saya tidak merasa kami di bawah tekanan untuk menang," kata Bale. "Belgia yang harus merasa di bawah tekanan karena mereka berada di peringkat keempat FIFA," ujar mantan pemain Tottenham Hotspur tersebut.
Lebih lanjut, Bale menyebut atmosfer di dalam skuat Wales sangat baik. Dalam lima atau enam laga terakhir, seluruh pemain bermain apik. "Kemenangan atas Siprus dan Andorra sangat penting. Saya mencintai bermain untuk Wales dan selalu siap mewakili negara saya. Sebuah kehormatan yang fantastis," kata Bale.