REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Tim Transisi bentukan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Bibit Samad Rianto mengatakan pihaknya masih menunggu hasil Pengadilan Tata Usaha Negeri (PTUN) Jakarta Timur.
Ia menegaskan Tim Transisi tidak akan bergerak atau mengambil keputusan apapun sampai urusan di PTUN itu selesai. "Sabar, urusan PTUN belum beres," ujarnya kepada Republika, Sabtu (6/6).
Mantan Wakil Ketua KPK itu mengatakan, Kemenpora tidak akan tinggal diam terhadap PSSI. Mereka sudah siap untuk menyelesaikan urusan dengan PSSI di PTUN.
Setelah itu, Tim Transisi akan kembali bergerak untuk membenahi sepakbola nasional, terutama pada pembenahan kasus mafia bola yang menggerogoti PSSI itu.
Ia menjelaskan pembentukan Tim Transisi bukan sekedar omong kosong. Tim Transisi dibentuk benar-benar untuk membenahi PSSI. PSSI kata dia sudah melanggar undang-undang Sistem Kepolahragaan Nasional (SKN).
Bibit melanjutkan, PSSI tidak patuh ataupun tunduk pada undang-undang itu. Sampai pada 2014, ketidak patuhan PSSI itu seperti termaafkan (dibiarkan).
Namun tahun ini pelanggaran-pelanggaran itu tidak akan dibiarkan lagi. Apalagi setelah pembentukan tim 9 yang berhasil menemukan penyimpangan yang luar biasa.
Ia pun mengatakan tidak peduli, meskipun PSSI mampu berlindung di ketiak FIFA dan mengatakan Kemenpora mengintervensi pengurusan sepakbola nasional. Kemenpora melewati tim transisi tidak akan berhenti. Penertiban pelanggaran-pelanggaran itu akan lebih gencar.
"Itulah yang akan kami lakukan. Semoga negeri ini bebas dari korupsi," tandasnya.