REPUBLIKA.CO.ID, MELBOURNE -- Pujian pelatih Naomi Osaka, Sascha Bajin, mengalir deras setelah anak asuhnya meraih titel Australia Terbuka 2019 pada akhir pekan lalu. "Ada dua jenis manusia di dunia. Pertama, tipikal orang yang merasa puas ketika meraih sedikit kesuksesan. Kedua, individu yang terus bekerja keras dan ingin lebih baik lagi. Dia ada di kelompok kedua," ujar dia, dikutip dari Eurosport, Ahad (27/1).
Bajin menyuarakan kebanggaan akan prestasi petenis putri berdarah campuran Jepang-Haiti itu. Osaka yang memilih menjadi wakil Negeri Sakura kini resmi berada di puncak dunia.
Pada Sabtu (26/1), Osaka berhasil memenangi turnamen Grand Slam secara beruntun. Setelah menjuarai Amerika Serikat Terbuka, kini giliran Australia Terbuka ia taklukkan. Pada final tunggal putri yang berlangsung di Melbourne, petenis 21 tahun itu menumbangkan jagoan Republik Cheska, Petra Kvitova, 7-6 (7-2), 5-7, 6-4.
Fakta demikian membuat Osaka menduduki peringkat pertama World Tenis Association (WTA). Up date dari posisi WTA baru akan dirilis siang ini, Senin (28/1). Osaka pun tak mampu menyembunyikan kegembiraan melihat capaian tersebut. "Saya selalu bermimpi berada di posisi ini," kata dia dikutip dari Timesnownews.com, Ahad (27/1).
Osaka bangga masuk dalam jajaran elite sejarah tenis global. Bahkan, ia merupakan wakil Asia pertama yang berada di posisi tersebut. Sebuah hasil luar biasa karena awal tahun lalu, sosok yang menetap di AS tersebut berada di peringkat ke-72 WTA.
Osaka menorehkan sejumlah rekor hingga membawanya menguasai tenis tunggal putri. Ia menjadi salah satu yang berhasil mempertahankan gelar Grand Slam perdana secara beruntun sejak Jennifer Capriati (AS) pada 2001 lalu.
Seperti telah disinggung di atas, pada September 2018, dia memenangi AS Terbuka. Tak tanggung-tanggung, di partai puncak ia menumbangkan petenis kawakan asal AS, Serena Williams. Kendati Serena melakukan protes kepada wasit pada akhir pertandingan, dunia mulai menyoroti anak muda asal Negeri Matahari Terbit itu.
Dalam setahun terakhir, Osaka membuat lompatan jauh dalam kariernya. Ia mengukir 14 kemenangan beruntun pada ajang Grand Slam. Salah satunya ketika menumbangkan Serena di New York beberapa bulan lalu, kemudian kini Kvitova di Melbourne.
"Sebuah pencapaian langka ketika seorang petenis memenangi Grand Slam secara beruntun. Hasil ini membawa Naomi ke puncak," ujar mantan petenis putri nomor satu dunia, Chris Evert.
Seolah belum menunjukkan kepuasan, Osaka sudah membidik target lanjutan. Ia ingin menjuarai Perancis Terbuka. Kebetulan ia menyukai karakter lapangan tanah liat. Hanya Serena Williams yang berhasil memenangi empat Grand Slam secara beruntun. "Saya akan berusaha mengejar target itu dengan keras," kata dia.