Ahad 03 Apr 2022 21:28 WIB

Kalah Dua Set di Miami Open, Naomi Osaka Mengaku tidak Menangis

Naomi Osaka kecewa karena kalah tetapi ia merasa santai saja.

Naomi Osaka kecewa karena kalah tetapi ia merasa santai saja.
Foto: AP Photo/Elise Amendola, File
Naomi Osaka kecewa karena kalah tetapi ia merasa santai saja.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Naomi Osaka tentu kecewa setelah kalah dua set langsung dari Iga Swiatek pada final Miami Open. Tetapi juara Grand Slam empat kali itu mengatakan dia mungkin meninggalkan Florida dengan sesuatu yang lebih berharga daripada trofi kemenangan.

Osaka hanya kehilangan satu set dalam perjalanannya ke final, di mana performa impresifnya berakhir dengan tiba-tiba saat dia kalah 4-6, 0-6. Namun, petenis Jepang berusia 24 tahun itu mengatakan bahwa dia mendapat pelajaran berharga saat gagal.

Baca Juga

"Saya telah belajar bahwa, saya tidak tahu, saya tidak kecewa seperti biasanya, seperti yang saya pikir biasanya saya akan menangis di ruang ganti atau sesuatu seperti itu, tetapi sekarang saya santai saja," kata Osaka dikutip dari Reuters, Ahad (3/4/2022).

"Saya merasa seperti saya tahu apa yang ingin saya lakukan lebih baik, dan saya hanya ingin kembali dan mulai berlatih lagi untuk semoga memenangi turnamen lain kali,"  tambahnya.

Kata-kata semangat tersebut datang dari Osaka, yang mengambil istirahat dari dunia tenis tahun lalu untuk memprioritaskan kesehatan mentalnya dan tiba di Florida setelah tersingkir lebih awal di Indian Wells di mana dia menangis setelah dicemooh selama pertandingan. Osaka, yang kemenangan terakhirnya di turnamen terjadi pada Australian Open 2021, mengatakan sikapnya tersebut tidak berarti dia tidak haus akan lebih banyak gelar, dia justru mendorong dirinya menjadi pemain yang lebih baik.

"Ini semua tentang menjaga perspektif tertentu. Bermain bersama Iga hari ini, mengetahui permainan yang dia mainkan, saya kira saya harus lebih memikirkannya, khususnya apa yang saya pelajari hari ini," ujar Osaka.

"Rasanya keren terpesona kepada seseorang, seperti lawan, tetapi pada saat yang sama, saya merasa saya cukup kuat sehingga itu tidak boleh terjadi. Jadi saya agak sedikit kesal, tapi saya merasa, Anda tahu, ini seperti proses belajar, dan sesuatu yang baik akan terjadi pada akhirnya jika saya tetap bertahan dengan apa yang saya lakukan," tambahnya lagi.

sumber : Antara

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement