Ahad 29 Jan 2023 16:11 WIB

Menpora Luncurkan Maskot PON 2024 di Medan

Maskot PON 2024 di Aceh bernama PO Meurah, sementara di Sumut bernama Matra.

Warga dengan memakai kostum maskot PON XXI Aceh-Sumut 2024 bernama Matra (Harimau Sumatera) melambaikan tangan saat acara peluncuran maskot PON XXI Aceh-Sumut 2024 untuk Sumut di Lapangan Astaka Pancing, Kota Medan, Sumatera Utara, Ahad (29/1/2023). Peluncuran logo dan maskot Matra (Harimau Sumatera) oleh Menpora Zainduin Amalai dengan tagline Bersatu Kita Juara untuk PON XXI Aceh-Sumut 2024 tersebut menjadi tanda dimulainya titik awal pelaksanaan agenda olahraga empat tahunan itu.
Foto: ANTARA FOTO/Yudi
Warga dengan memakai kostum maskot PON XXI Aceh-Sumut 2024 bernama Matra (Harimau Sumatera) melambaikan tangan saat acara peluncuran maskot PON XXI Aceh-Sumut 2024 untuk Sumut di Lapangan Astaka Pancing, Kota Medan, Sumatera Utara, Ahad (29/1/2023). Peluncuran logo dan maskot Matra (Harimau Sumatera) oleh Menpora Zainduin Amalai dengan tagline Bersatu Kita Juara untuk PON XXI Aceh-Sumut 2024 tersebut menjadi tanda dimulainya titik awal pelaksanaan agenda olahraga empat tahunan itu.

REPUBLIKA.CO.ID, MEDAN -- Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali secara resmi meluncurkan maskot, logo dan tagline Pekan Olahraga Nasional (PON) 2024 Aceh-Sumatera Utara khusus wilayah Sumatra Utara di Lapangan Astaka, Medan, Ahad (29/1/2023). Saat acara peluncuran tersebut Menpora didampingi Ketua KONI Pusat Marciano Norman, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, Kadispora Sumut Baharuddin Siagian, Anggota DPR Sofyan Tam dan Djohar Arifin.

Maskot PON dibagi dua. Untuk wilayah Aceh maskot berupa gajah putih bernama Po Meurah. Sementara di Sumut, maskot berwujud harimau sumatra yang diberi nama Matra.

Baca Juga

"Kemarin kita melakukan peluncuran di Aceh dan hari ini di Sumut. PON nanti rencananya dibuka oleh Presiden. Pembukaan di Aceh 8 September 2024 dan penutupan di Sumatera Utara 20 September 2024," kata Menpora Zainudin Amali usai peluncuran maskot, logo dan tagline PON 2024 Aceh-Sumatera Utara.

Ia mengatakan, PON digelar di dua provinsi merupakan yang pertama kali digelar yakni di Sumut dan Aceh. Demikian juga nanti selanjutnya pada PON mendatang akan diberikan kesempatan kepada dua provinsi untuk menggelarnya.

Hal itu agar memberi kesempatan kepada para provinsi lainnya untuk mendapatkan giliran sebagai tuan rumah PON. Apalagi sekarang provinsi di Indonesia sudah bertambah empat menjadi 38.

"Bisa dibayangkan kalau bergilir empat tahun sekali. Kalau tidak sekarang, mungkin 100 tahun lebih lagi baru Sumut dapat kesempatan jadi tuan rumah PON," katanya.

Untuk itu, lanjut dia, Sumatera Utara harus menyambut kepercayaan sebagai tuan rumah PON kali ini bersama Aceh dengan kerja agar perhelatan olahraga terakbar di Tanah Air itu berjalan dengan sukses.

"Ini adalah pengalaman pertama kita menggelar PON di dua daerah. Ini tidak mudah, maka koordinasi antara Sumut dan Aceh harus lebih intensif lagi, demikian juga koordinasi dengan KONI Pusat. Pemerintah posisinya memfasilitasi sesuai dengan aturan yang ada," katanya.

Sementara Gubernur Sumatera Utara, Eddy Rahmayadi dalam kesempatan itu juga menyampaikan, semua pihak harus bekerja keras agar PON mendatang dapat berjalan dengan sebaiknya, selain sukses tuan rumah, juga sukses prestasi.

"Kita harus bisa menjadi contoh tuan rumah terbaik sebagaimana yang sudah saya laporkan kepada Menpora sebelumnya. Namum demikian kami tetap mengharapkan arahan dan masukan dari semua pihak baik kepada KONI pusat maupun lainnya agar nantinya PON ini menjadi PON terbaik. Ayo kita semua bergerak," katanya.

sumber : Antara

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement